EDUCATIONAL ARTICLES

WELCOME TO THIS BLOG

For all of visitor, I say thank you. I hope you can seek the new knowledge about teacher.

Friday, 3 August 2018

AKTIFITAS FISIK BERPENGARUH PADA KECERDASAN KETURUNAN

Sumber : PENA, Vol 16 No. 07 Juli 2018 Ditulis ulang oelh: Sugeng Pamudji Beda dengan orang yang sering duduk dengan orang yang sering bergerak pada kecerdasan. Jika orang yang sering duduj K bagian otak yang bertanggung jawab pada memori atau area temporal lobe tipis, sebaliknya bagi orang yang rajin berolahraga dapat meningkatkan kecerdasan. Aktifitas fisik mampu menguatkan koneksi antra neuorn di hipokampus, bagian penting di otak yang mempengaruhi kemampuan mengingat dan mempelajari sesuatu. Makin kuat koneksi neuron, makin tajam pula cara berpikir seseorang. Uniknya, olharaga ternyata ikut mempengaruhi cara kerja gen dan berubah hingga diwariskan pada keturunannya atau disebut porses epigenetik. Inilah hasil penelitian para ilmuwan dari German Center for Neurodegenerative Diseases di Gottingen, Jerman yang sebelumnya berhipotesis apakah yang dipengaruhi kebiasaan berolahraga dapat diwariskan kepada anaknya? Untuk menjawab hipotesis itu, mereka melakukan percobaan menggunakan tikus putih yang ditempatkan di kandang dengan wahana roda putar. Di kandang tersebut, para tikus mengisi waktunya dengan aktifitas fisik bermain roda putar. Sebagai kontrol, satu kelompok tikus tikus jantan ditempatkan di kandang lain tanpa dilengkapi wahana roda putar. Setelah tinggal di masing-masing kandang selama 10 minggu, tikus-tikus jantan dikawinkan dengan tikus betina hingga menghasilkan generasi baru. Tikus jantan yang rajin bermain roda putas ternyata memiliki koneksi neuorn lebih baik daripada tikus yang minim aktifitas fisik. Hasilnya mereka punya kemampuan kognitif yang lebih baik daripada tikus kontrol. Menarinya, anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan dengan tikus jantan yang aktif beraktifitas ternyata mewarisi kecerdasannya. Anak-anak yang lahir dari pejantan yang lebih pintar menunjukkan koneksi kuat antara neuron dan hipokampus. Sebaliknya, anak-anak dari tikus kontrol tidak sepandai mereka karena koneksi neuron lebih lemah. Anak-anak dari tikus aktif belajar lebih cepat, walaupun mereka belum banyak bergerk seperti orang tuanya. Kesimpulan penelitian adalah sperma pejantan ikut berkontribusi dalam membentuk kecerdasan anak. “temuan kami membuktikan bahwa aktifitas fisik di satu generasi dapat memmpengarhui kecerdasan paa generasi berikutnya,” kata Andr Fisher, profesor di German Center for Neuordegenerative Diseases yang juga peneliti senior dalam studi ini. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports. Lalu, apakah efek yang sama juga terjadi pada manusia? Sekarang hingga sekarang belum diketahui karena penelitian baru dilakukan pada tikus putih. Namun, dalam proyek selanjutnya Fisher dan para koleganya berencana membuat studi lanjutan yang melibatkan manusia.

BANYAK DUDUK SEBABKAN MEMORI OTAK TIDAK BERKEMBANG

Sumber: PENA Vol 16 No. 07 juli 2018 Ditulis ulang oleh: Sugeng Pamudji Pekerja kantor yang banyak mengahabiskan waktu dengan duduk di meja kerja atau orang-orang yang suka main gadjet atau nonton tv berjam-jam dan anak-anak yang duduk bermain game online seharian penuh harap berhati-hati pada kesehatan otak. Pola hidup sedentary yaitu menghabiskan waktu lebih banyak untui duduk merupakan pola hidup modern. Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE mengubah area otak yang vital bagi ingatan. Da studi terbaru soal efek dduk ini, para peneliti mempelajari kesehatan otak dari 35 orang yang berusia antra 45 – 75. Orang-orang ini diminta menjawab pertanyaan seputar tingkat keaktifan mereka. Termasuk, seberapa banyak mereka duduk, berjalan, atau berolahraga setiaphari. Selanjutnya, partisipan menjalani pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui area temporal lobe otak mereka. Area ini membantu membentuk memori baru. Tim peneliti menemukan pola antara duduk, tingkat keaktifan, dan ketebalan otak. Mereka menyimpulkan, orang-orang yang duduk lebih lama, lebih mungkin memiliki temporal lobe yang tipis.

CONTOH RPP SMP KELAS 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMP ...................... Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas/ Semester : VII/ Ganjil Materi pokok : KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Alokasi waktu : 18 Jam Pelajaran atau 7 TM Kompetensi Inti Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. Menghargai dan menghayati perilaku: jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang: ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara: kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori. Kompetensi dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 3.2.Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati. Menjelaskan benda-benda di sekitar yang bersifat alamiah. Menjelaskan benda-benda di sekitar yang bersifat buatan manusia. Menjelaskan benda-benda yang bersifat kompleks dan bersifat sederhana. Menjelaskan kegunaan dari berbagai jenis benda di sekitar. Menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup. Menjelaskan perbedaan makhluk hidup dengan benda tak hidup. Menjelaskan ciri-ciri mahkluk hidup di sekitarnya. 4.2.Menyajikan hasil pengklasifi¬kasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan stik yang diamati. Menyajikan hasil pengamatan, mengidentifikasi, dan mengomunikasikan hasil observasinya. Melakukan pengamatan terhadap makhluk hidup dan benda tak hidup. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi. Tujuan pembelajaran: Pertemuan ke 1 Pertemuan ke 2 Pertemuan ke 3 Pertemuan ke 4 Pertemuan ke 5 Pertemuan ke 6 Pertemuan ke 7 Pengetahuan Dengan pengamatan, peserta didik dapat menjelaskan benda-benda di sekitar yang bersifat alamiah. Dengan pengamatan, peserta didik dapat menjelaskan benda-benda di sekitar yang bersifat buatan manusia. Dengan pengamatan, peserta didik dapat menjelaskan benda-benda yang bersifat kompleks dan bersifat sederhana. Dengan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan kegunaan dari berbagai jenis benda di sekitar. Dengan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup. Dengan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan perbedaan makhluk hidup dengan benda tak hidup. Dengan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan ciri-ciri mahkluk hidup di sekitarnya. Dengan diskusi, peserta didik menjelaskan kelompok-kelompok makhluk hidup. Keterampilan Peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan, mengidentifikasi, dan mengomunikasikan hasil observasinya. Peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap makhluk hidup dan benda tak hidup. Peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap berbagai makhluk hidup di sekitarnya. Peserta didik dapat mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi. Fokus penguatan karakter: Materi pembelajaran: Pertemuan ke 1: Mengidentifikasi benda-benda di sekitar Materi fakta: Materi konsep Di lingkungan sekitar terdapat banyak sekali benda yang bersifat alamiah. Seperti batu, pasir, logam, dan udara. Benda-benda di sekitar. selain bersifat alamiah, juga bersifat buatan atau hasil kerja manusia, seperti pensil, baju, bahan makanan, ban mobil, kaca, sepeda, motor, dan mobil. Benda-benda hasil buatan manusia bahan dasarnya berasal dari bahan alam. Seperti wajan untuk memasak terbuat dari tembaga yang merupakan bahan alam, pensil terbuat dari bahan karbon, dan sebagainya. Benda-benda tersebut ada yang bersifat sederhana dan ada pula yang bersifat kompleks. Misalnya sebuah mobil bersifat kompleks karena terdiri atas berbagai bahan, antara lain besi, alumunium, karet, kaca, kulit sintetis, dan beberapa bahan lainnya. Setiap jenis benda mempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lainnya, yaitu bentuk benda, ukuran benda, warna benda, keadaan permukaan benda, dan bahan penyusun benda. Manusia akan terus berinovasi untuk terus memproduksi berbagai jenis benda dari bahan alam maupun buatan untuk keperluan hidup nya. Materi prosedur: - Pertemuan ke 2: Membedakan makhluk hidup dan tak hidup Materi fakta Materi konsep: Ciri-ciri Makhluk Hidup Bernapas Bernapas, yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Memerlukan Makanan dan Minuman Setiap makhluk hidup memerlukan energi. Energi tersebut diperoleh makhluk hidup dari makanan dan minuman. Bergerak Contoh gerak pada tubuh kita antara lain berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Tubuh kita dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak. Tumbuh dan Berkembang Tubuh kita bertambah tinggi dan berat badan kita bertambah, berbeda dengan waktu masih kecil. Hewan juga mengalami tumbuh dan berkembang. Kupu-kupu bertelur, telur tersebut menetas menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kepompong berubah bentuk menjadi kupu-kupu muda, dan akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa. Berkembang Biak (Reproduksi) Sebagai contoh, kita lahir dari ayah dan ibu, ayah dan ibu kita masing-masing juga mempunyai orang tua yang dipanggil kakek, nenek dan seterusnya sehingga diperoleh keturunan. Kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan disebut berkembang biak. Berkembang biak bertujuan untuk melestarikan keturunannya agar tidak punah. Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas) Bila tiba-tiba kita kena sorot lampu yang sangat terang maka secara spontan mata akan segera menutup. Dari contoh di atas menunjukkan bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap rangsang yang diterima. Kemampuan menanggapi rangsang disebut iritabilitas. Menyesuaikan Diri terhadap Lingkungan Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan disebut adaptasi. Contoh: tumbuhan yang hidup di tempat kering memiliki daun yang sempit dan tebal, sedangkan tumbuhan yang hidup di tempat lembab memiliki daun lebar dan tipis. Materi prosedur: - Pertemuan ke 3: Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi Materi fakta Materi konsep: Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri yang dimiliki. Tujuan mengklasifikasikan makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Tujuan khusus/lain dari klasifikasi makhluk hidup adalah seperti berikut. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain. Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya. Untuk mengklasifikasikan makhluk hidup memerlukan dasar tertentu. Berikut ini adalah dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimilikinya. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri bentuk tubuh (morfologi) dan alat dalam tubuh (anatomi). Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara hidupnya. Sistem klasifikasi mengenalkan adanya tingkatan kelompok-kelompok makhluk hidup mulai dari kelompok besar, kelompok kecil, hingga tingkat individu. Tingkatan ini disebut sebagai takson. Tingkatan takson pertama kali dikenalkan oleh Carolus Linnaeus dengan tingkatan dari tertinggi ke tingkatan terendah. Tingkatan tersebut adalah sebagai berikut. Semakin tinggi tingkatan takson, maka persamaan ciri yang dimiliki semakin sedikit. Begitupula jumlah anggotanya, semakin rendah tingkatannya, maka jumlah anggotanya semakin mengerucut. Tingkatan terendah dalam klasifikasi adalah spesies. Untuk pemberina nama spesies secara ilmiah menganut tatacara tata nama ganda (BINOMIAL NOMENCLATURE). Tata cara pemberian nama tersebut pertama dikenalkan oleh Carolus Linnaeus. Aturannya sebagai berikut: Terdiri dua kata dalam Bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan; Kata pertama merupakan nama genus/ marga dan dalam penilsannya diawali huruf besar(kapital). Kata kedua merupakan keterangan/ species epitet dan dalam penulisannya menggunakan huruf kecil semua. Ditulis menggunakan huruf miring atau diberi garis bawah. Berdasarkan sistem klasifikasi yang dikenalkan oleh R.H. Whittaker, makhluk hidup dibagi menjadi 5 kingdom yaitu sebagi berikut. Kingdom Monera, yaitu kelompok makhluk hidup uniseluler, prokariotik, dan mikroskopik seperti bakteri dan ganggang hijau biru. Kingdom Protista, yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik dan sebagian besar uniseluler, tetapi sudah memiliki ciri seperti tumbuhan, hewan, atau jamur. Misalnya Euglena. Kingdom Fungi (Jamur) yaitu, kelompok makhluk hidup eukariotik dan tidak berklorofil. Contoh: jamur tiram. Kingdom Plantae (tumbuhan) yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik, multiseluler, berdinding sel yang mengandung selulosa, berklorofil, dan dapat berfotosintesis, dan autotrof. Contohnya, padi. Kingdom Animalia yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik, multiseluler, tidak berklorofil, dan heterotrof. Contohnya, gajah. Materi prosedur: Cara membuat kunci determinasi. Bacalah dengan teliti kunci dikotom mulai dari awal pada kegiatan di atas. Cocokkan ciri-ciri tumbuhan yang kamu amati dengan ciri-ciri yang terdapat pada kunci dikotom. Jika ciri-ciri yang terdapat pada kunci dikotom sudah sesuai dengan ciri-ciri tumbuhan yang kamu amati, catatlah nomornya dan lanjutkan pembacaan kunci pada nomor berikutnya yang ditunjukkan di akhir pernyataan. Buat daftar kunci determinasi berdasarkan kunci dikotom dan bandingkan dengan kelompok yang lain. Jika kamu mendapat kesulitan, bertanyalah kepada gurumu. Langkah-langkah mengklasifikasikan makhluk hidup: Mengamati karakteristik dari makhluk hidup tersebut. Mencatat persamaan dan perbedaan sifat masing-masing makhluk hidup. Mengklasifikasikan makhluk hidup yang memiliki persamaan sifat. Memberi nama yang sesuai pada setiap kelompok makhluk hidup tersebut. Pertemuan ke 4: Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi Materi fakta Makhluk di alam ini ada yang ukurannya kecil bahkan sangat kecil. Namun walaupun memiliki ukuran yang kecil makhluk hidup tersebut harus diamati untuk keperluan menambah hasanah ilmu pengetahuan. Materi konsep Mikroskop Mikroskop adalah alat untuk mengamati benda/ makhluk hidup yang ukurannya kecil. Mikroskop ada bermacam-macam, ada mikrosop cahaya ada mikroskop elektron. Mikroskop cahaya ada yang binokuler ada yang monokuler. Bagian-magian mikroskop monokuler adalah lensa okuler, tabung, peganagan, revolver, lensa objektif, diafragma, meja preparat, penjepit preparat, cermin, tombol pengatur kasar, tombol pengatur halus, kaki mikroskop. Kingdom Monera, yaitu kelompok makhluk hidup uniseluler, prokariotik, dan mikroskopik seperti bakteri dan ganggang hijau biru. Kingdom Protista, yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik dan sebagian besar uniseluler, tetapi sudah memiliki ciri seperti tumbuhan, hewan, atau jamur. Misalnya Euglena. Kingdom Fungi (Jamur) yaitu, kelompok makhluk hidup eukariotik dan tidak berklorofil. Contoh: jamur tiram Materi prosedur Langkah-langkah mengoperasikan mikroskop: Ambillah mikroskop Putar revolver Pasang lensa okuler dengan lensa yang memiliki ukuran perbesaran sedang. Atur diafragma Atur cermin Siapkan preparat Aturlah fokus Setelah preparat terlihat. untuk memperoleh perbesaran kuat gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10 x, 40 x, atau 100 x dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Setelah selesai menggunakan mikroskop, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat penyimpanan. Pertemuan ke 5: Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi Materi fakta Materi konsep Kingdom Plantae (tumbuhan) yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik, multiseluler, berdinding sel yang mengandung selulosa, berklorofil, dan dapat berfotosintesis, dan autotrof. Contohnya, padi. Kingdom Animalia yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik, multiseluler, tidak berklorofil, dan heterotrof. Contohnya, gajah. Materi prosedur Mengamati karakteristik dari tumbuhan/ hewan. Mencatat persamaan dan perbedaan sifat masing-masing tumbuhan/ hewan. Mengklasifikasikan makhluk hidup tumbuhan/ hewan yang memiliki persamaan sifat. Memberi nama yang sesuai pada setiap kelompok makhluk tumbuhan/ hewan. Pertemuan ke 6: Kerja projek Pertemuan ke 7 Ulangan harian Metode pembelajaran: Model pembelajaran: discovery leraning Media Pembelajaran & Sumber Belajar Media pembelajaran Pertemuan ke 1: Gambar Mobil-mobilan, ikan, dan kucing Pertemuan ke 2 Gambar benda-benda di lingkungan sekitar Pertemuan ke 3 Gambar dagangan buah-buahan di pasar Gambar dagangan sayur-sayuran di pasar Pertemuan ke 4: Video mikroskop Gambar bakteri, ganggang biru, jamur Pertemuan ke 5: Gambar tubuhan lumut, paku, tumbuhan berbijij terbuka, tumbuhan berbiji tertutup Gambar hewan invertebrta dan vertebrata Bahan Pertemuan ke 1: - Pertemuan ke 2: - Pertemuan ke 3: tanaman bayam, kangkung, padi jagung, kacang panjang, kaca hijau. Hewan: udang, belalang, cacing tanah, capung, keluwing, kupu-kupu. Kertas origami, lem, kertas doble folio Pertemuan ke 4: Air kolam/ got Ganggang biru Jamur roti Jamur nasi Air Tissu Pertemuan ke 5: Tumbuhan lumut Tumbuhan paku Tumbuhan berbiji terbuka Tumbuhan berbiji tertutup Alat: Laptop, LCD proyektor, gunting, Mikroskop, Kaca benda, Kaca penutup, tabung reaksi, rak tabung reaksi, pipet tetes, silet/ cutter. Sumber belajar: Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2016. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam, SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Halm: 32 s.d 92 Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2016. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam, SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Halm: 47 s.d . 60 Kebun sekolah Kebun rumah Pasar Internet: http://www.ilmupengetahuanalam.com/2016/02/pengertian-ciri-ciri-makhluk-hidup-beserta-contohnya.html http://www.softilmu.com/2013/05/klasifikasi-makhluk-hidup.html http://biologimediacentre.com/macam-klasifikasi-makhluk-hidup/ http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Ciri-Klasifikasi-Struktur-Sistem-Organ-Kingdom-Plantae-Tumbuhan-Adalah.html http://www.berpendidikan.com/2015/06/pengertian-kingdom-animalia-ciri-ciri-dan-klasifikasinya.html Langkah-langkah pembelajaran: Pertemuan pertama (3 JP) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) Guru mengucapkan salam. Guru mengecek kesiapan Peserta didik (kebersihan kelas, Peserta didik yang tidak masuk). Guru mangajak Peserta didik melakukan pemanasan dengan melakukan senam sederhana. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan apakah IPA itu. Pesertadidik diminta mengamati perbedaaan antara anak yang sedang bermain bola dengan sebuah robot serta berbagai benda di lingkungan sekitar dan menyampaikan hasil pengamatannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menyampaikan cakupan materi yang dibahas dan manfaat mempelajarinya. Guru menyampaikan teknik penilaian yang akan dilakukan. Kegiatan Inti (85 menit) Peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4 orang tiap kelompok. Peserta didik mengamati mobil-mobilan dan ikan. Peserta didik diminta merumuskan pertanyaan berdasar hasil pengamatannya. Secara berkelompok, Peserta Didik melakukan kegiatan mengamati perbedaan ikan dan mobil-mobilan. Selanjutnya kepada Peserta Didik diminta untuk melakukan Kegiatan 2.1 “Bagaimanakah Ciri Hidup dan Tak Hidup?”. Peserta Didik mengamati ciri-ciri benda takhidup dan makhluk hidup pada beberapa contoh benda tak hidup dan makhluk hidup. Kemudian menuliskan hasil kerjanya (sesuai kreasi Peserta Didik), dan mendiskusikan hasilnya. Peserta didik diminta menyampaikan hasil pengamatannya di depan kelas. Penutup Guru review bersama Peserta didik membuat kesimpulan mengenai ciri-ciri makhluk hidup. Guru melakukan penilaian secara lisan untuk mengtahui pemahaman peserta didik. Salah satu peserta didik diminta menyampaikan refleksi atas proses pembelajaran. Guru menyampaikan tugas untuk mempelajari materi macam benda sederhan dan kompleks, benda alami dan buatan. Guru menyamapikan bahwa materi pertemuan berikutnya adalah membedakan makhluk hidup dan benda mati serta macam-macam kelompok benda. Pertemuan kedua (2 JP) Pendahuluan Guru mengucapkan salam. Guru mengecek kesiapan Peserta didik (kebersihan kelas, Peserta didik yang tidak masuk). Guru mangajak Peserta didik melakukan pemanasan dengan melakukan senam sederhana. Guru mengajukan pertanyaan tentang objek IPA. Guru meminta dua orang Peserta didik untuk mengukur panjang meja menggunakan tangan seagai alat ukur (jengkal). Peserta didik lain mengamatinya kemudian diminta memberi komentar/ tanggapan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menyampaikan teknik penilaian yang akan dilakukan. Inti Peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4 orang tiap kelompok. Peserta didik mengamati gambar jengkal yang ditayangkan guru. Peserta didik diminta mengajukan pertanyaan atas hasil pengamatannya. Peserta didik secara kelompok diminta melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” pada buku siswa: Peserta didik mengukur benda-benda di sekitarnya dengan menggunakan satuan tidak baku. Misal, Peserta didik mengukur panjang bangku dengan jengkal tangan dan membandingkan hasil pengukurannya dengan teman lain. Peserta didik melakukan pengukuran ulang terhadap benda tersebut, namun dengan menggunakan satuan baku, misal meter dengan menggunakan penggaris. Peserta didik membandingkan hasil pengukurannya dengan teman lain. Peserta didik mempresentasikan hasilnya. Setelah melakukan pengukuran dengan satuan baku dan tidak baku, guru menyimpulkan betapa pentingnya satuan baku dalam pengukuran, yaitu hasil pengukuran yang diperoleh sama antara Peserta didik satu dengan yang lainnya. Guru menjelaskan pengertian dari mengukur, besaran, dan satuan. Guru membandingkan contoh benda atau hal lain yang dapat diukur (besaran) dan hal-hal yang tidak dapat diukur (bukan besaran). Besaran yang dapat diukur seperti panjang meja, dan jarak loncatan. Besaran yang tidak dapat diukur yakni kasih sayang orangtua kepada anaknya. Guru meminta Peserta didik menyebutkan contoh benda yang ada di sekitar kita disertai dengan hal-hal pada benda tersebut yang dapat diukur dan tidak dapat diukur. Guru menjelaskan lebih lanjut terkait satuan baku dalam Sistem Internasional kemudian Peserta didik mencoba mengonversi satuan baku dalam SI dari kegiatan “Bandingkanlah” pada besaran dan satuan mikroorganisme dan benda langit. Penutup Guru bersama Peserta didik membuat kesimpulan dari pembelajaran. Guru melakukan review bersama Peserta didik dengan menjawab beberapa pertanyaan di buku siswa pada “Ayo Kita Amati”. Guru menugaskan Peserta didik untuk melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk tugas kelompok dan “Penerapan” untuk tugas individu. Pertemuan ketiga Pendahuluan Guru mengucapkan salam. Guru mengecek kesiapan Peserta didik (kebersihan kelas, Peserta didik yang tidak masuk). Guru mangajak Peserta didik melakukan pemanasan dengan melakukan senam sederhana. Guru mengajukan pertanyaan tentang pengukuran, esaran, dan satuan. Untuk memotivasi Peserta Didik, guru mendiskusikan hasil kegiatan kelompok pertemuan kemarin yaitu “Mengamati Penggunaan Alat Ukur”. Guru mengajak Peserta didik untuk menyimpulkan bahwa alat ukur yang diidentifikasi Peserta didik sebagian besar mengukur besaran panjang, massa, dan waktu yang merupakan besaran pokok. Inti Peserta didik duduk sesuai dengan kelompoknya. Guru menunjukkan alat ukur berupa jangka sorong, Peserta didik diminta mengamatinya. Peserta didik diminta membuat pertanyaan atas hasil pengamatannya. Peserta didik menyampaikan pertanyaannya dan ditulis di papan tulis oleh guru. Nama Peserta didik yang mengajukan pertanyaan dicatat untuk penilaian. Peserta didik melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk menaksir dan mengukur panjang benda. Misal, guru meminta semua Peserta didik menaksir panjang meja guru, kemudian perwakilan Peserta didik diminta mengukur dengan menggunakan mistar. Penggunaan mistar untuk pengukuran panjang haruslah benar. Setelah itu, guru membandingkan hasil taksiran Peserta didik satu dengan lainnya yang mendekati hasil pengukuran. Guru menjelaskan besaran panjang lebih lanjut beserta satuan yang digunakan dalam SI serta penggunaan alat ukur lain. Seperti jangka sorong dan mikrometer sekrup. Di sini guru dapat pula memodelkan penggunaan dan cara pembacaan jangka sorong dan mikrometer sekrup. Guru menjelaskan besaran massa beserta satuan dasar (kg) serta penggunaan alat ukur neraca lengan untuk menimbang massa benda serta neraca pegas untuk menimbang beban. Setelah dimodelkan oleh guru, Peserta didik mencoba sesuai kegiatan “Ayo Kita Lakukan” secara berkelompok. Peserta didik diminta mendiskusikan “Tantangan” dengan teman sekelompoknya, kemudian guru mengklarifikasikan. Guru melanjutkan penjelasan tentang besaran waktu, satuan dasar serta alat ukur stopwatch yang digunakan. Penutup Guru bersama Peserta didik membuat kesimpulan hasil pembelajaran. Guru melakukan review bersama Peserta didik dengan menjawab beberapa pertanyaan di buku siswa pada “Ayo Kita Latihan” Guru menyampaikan tugas untuk mempelajari materi untuk pertemuan berikutnya. Pertemuan keempat Pendahuluan Guru mengucapkan salam. Guru mengecek kesiapan Peserta didik (kebersihan kelas, Peserta didik yang tidak masuk). Guru mangajak Peserta didik melakukan pemanasan dengan melakukan senam sederhana. Guru mengajukan pertanyaan tentang besaran pokok. Untuk menarik perhatian peserta didik, guru menunjukkan selembar kertas, kemudian menanyakan kepada Peserta didik bagaimana cara mengukur luasnya. Guru menunjukkan kembali video motor balap dan menanyakan bagaimana cara mengukur kelajuannya. Guru membawa Peserta didik masuk ke dalam topik bahasan besaran turunan yang berasal dari besaran pokok. Guru menyampaikan teknik penilaian yang akan dilakukan. Inti Peserta didik duduk sesuai dengan kelompoknya. Guru menjelaskan cara mengukur luas benda yang teratur, yaitu pengalian panjang dan lebar, kemudian menunjukkan bahwa besaran panjang dan lebar merupakan besaran pokok yang memiliki satuan meter dan meter. Jadi, satuan luas benda adalah m2. Di sini, guru menekankan konsep bahwa besaran turunan berasal dari besaran pokok di mana hal ini mempengaruhi satuan yang digunakan. Guru menunjukkan sehelai daun, kemudian meminta Peserta didik melakukan kegiatan pengukuran luas benda yang tidak teratur tersebut pada kegiatan “Ayo Kita Lakukan”. Guru menjelaskan besaran turunan volume yang diperoleh dari besaran pokok panjang, lebar, dan tinggi serta asal-usul satuan yang digunakan. Guru membandingkan pengukuran dan satuan volume benda padat dan benda cair. Guru meminta Peserta didik menyelesaikan masalah kehidupan seharihari pada kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk menentukan cara termurah membeli minuman. Guru memberikan contoh sederhana berkaitan dengan konsentrasi larutan, seperti penambahan gula sesuai selera pada minuman yang kita buat. Di sini, guru membawa Peserta didik menemukan persamaan penentuan konsentrasi larutan yang berasal dari besaran pokok (massa zat terlarut dibagi volume pelarut). Guru menjelaskan cara perhitungan laju pertumbuhan tanaman yang diperoleh dari besaran pokok (panjang dan waktu) serta satuan yang digunakan. Penutup Guru bersama Peserta didik membuat kesimpulan. Guru bersama Peserta didik melakukan review berkaitan dengan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” pada akhir bab. Review dapat dilakukan dengan kuis singkat atau tanya jawab. Guru menyampaikan tugas mempelajari materi yang sudah dipelajari untuk ulangan pada pertemuan berikutnya. Pertemuan keempat Ulangan harian Penilaian hasil pembelajaran Penilaian sikap: Teknik: observasi Istrumen : jurnal JURNAL OBSERVASI SIKAP PESERTA DIDIK Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII No. Tanggal Nama peserta didik Peristiwa Katergori Sikap Penilaian pengetahuan: Teknik: penugasan, tes tulis Instrumen: Kisi-kisi: No IPK Indikator soal Materi Item soal No. soall Menjelaskan keterampilan proses penyelidikan IPA Peserta didik dapat menjelaskan 3 komponen keterampilan proses. Komponen keterampilan proses IPA Jelaskan 3 komponen keterampilan proses! Menjelaskan kegunaan mempelajari IPA. Peserta didik dapat menjelaskan 2 keguanaan mempelajari IPA. Kegunaan mempelajari IPA Jelaskan 2 keguanaan mempelajari IPA! Menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA. Peserta didik dapat menyebutkan 3 contoh objek yang dipelajari dalam IPA Objek yang dipelajati dalam IPA Sebutkan 3 contoh objek yang dipelajari dalam IPA! Menjelaskan pengertian pengukuran. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian pengukuran. Pengertian pengukuran Jelaskan pengertian pengukuran! Menyebutkan hal yang dapat diukur(besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran). Peserta didik dapat memberikan 3 contoh besaran pada diri sendiri. Besaran Berikan 3 contoh besaran pada diri sendiri! Menyebutkan hal yang dapat diukur(besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran). Peserta didik dapat memberikan 2 contoh yang bukan besaran pada diri sendiri. Bukan besaran Berikan 2 contoh yang bukan besaran pada diri sendiri! Membandingkan satuan baku dan tidak baku. Peserta didik dapat menjelaskan 2 perbedaan satuan baku dan satuan tidak baku. Satuan baku dan satuan tidak baku Jelaskan 2 perbedaan satuan baku dan satuan tidak baku! Memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran. Peserta didik dapat menjelaskan keguanaan satuan baku dalam pengukuran. Kegunaan satuan baku Jelaskan keguanaan satuan baku dalam pengukuran! Mengkonversi satuan dalam SI (Sistem Internasional). Disajikan data hasil pengukuran dengan satuan tertentu, Peserta didik dapat menlakukan konversi ke satuan yang lain dalam SI. Konversi satuan Ubahlah hasil pengkuruan erikut ini sesuai permintaan! 25 cm = … m 300 ml = … m3 125 menit = … sekon 255 gram = … kg Menjelaskan pengertian besaran pokok. Peserta didik dapat menjelaskan pengertain dari besaran pokok. Pengertian besaran pokok Jelaskan pengertian dari besaran pokok! Menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya. Peserta didiidapat menyebutkan 3 macam besaran pokok. Macam-macam besaran pokok Sebutkan 3 macam besaran pokok! Menjelaskan pengertian besaran turunan. Peserta didik dapat menjelaskan pengertain besaran turunan Pengertian besaran turuanan Jelaskan pengertian besaran turunan! Menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya. Peserta didik dapat menyebutkan 3 contoh besaran turunan dan satuannya. Contoh besaran turunan dan satuannya Sebutkan 3 contoh besaran turunan dan satuannya! Naskah soal dan kunci jawaban NO. Item soal Kunci jawaban Skor maks Jelaskan 3 komponen keterampilan proses! Pengamatan Menggunakan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi. Membuat Inferensi Merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan. Penjelasan ini digunakan untuk menemukan pola-pola atau hubungan antaraspek yang diamati dan membuat perkiraan. Mengomunikasikan Mengomunikasikan hasil penyelidikan baik lisan maupun tulisan. Hal yang dikomunikasikan termasuk data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dan gambar yang relevan. 3 3 3 Jumlah 9 Jelaskan 2 keguanaan mempelajari IPA! memahami berbagai hal di sekitar kita, meningkatkan kualitas hidup menyelesaikanmasalah berpikir logis sistematis 2 2 Jumlah 4 Sebutkan 3 contoh objek yang dipelajari dalam IPA! Atom Galaksi Virus Bakteri Tumbuhan Hewan dll 2 2 Jumlah 4 Jelaskan pengertian pengukuran! Pengukuran adalah proses membandingkan besaran dengan besaran lain yang sejenis sebagai satuan. 4 Jumlah 4 Berikan 3 contoh besaran pada diri sendiri! Berat badan Tinggi badan Suhu badan dll 2 2 2 Jumlah 6 Berikan 2 contoh yang bukan besaran pada diri sendiri! Kasih sayang Warna Kehalusan permukaan dll 2 2 2 Jumlah 6 Jelaskan 2 perbedaan satuan baku dan satuan tidak baku! Satuan tidak baku Satuan baku Hasil pengukuran berbeda-beda Hasil pengukuran tetap Belum disepakati berama Sudah disepakati bersama 4 4 Jumlah 8 Jelaskan kegunaan satuan baku dalam pengukuran! Menentukan standar internasional. Menyamakan persepsi hasil pengukuran. 4 4 Jumlah 8 Ubahlah hasil pengkuruan erikut ini sesuai permintaan! 25 cm = … m 300 ml = … m3 125 menit = … sekon 255 gram = … kg 0,25 m 0,0003 m3 7500 sekon 0,255 kg 2 2 2 2 Jumlah 8 Jelaskan pengertian dari besaran pokok! Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak bergantung pada satuan-satuan besaran lain. 4 Jumlah 4 Sebutkan 3 macam besaran pokok! Massa Panjang Suhu dll 2 2 2 Jumlah 6 Jelaskan pengertian besaran turunan! Besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok 4 Jumlah 4 Sebutkan 3 contoh besaran turunan dan satuannya! Volume Konsentrasi larutan Luas dll 2 2 2 Jumlah 6 Total skor maksimal 77 Rumus Nilai = (jumlah skor yang diperoleh)/77 x 100 Penilian keterampilan: Teknik: unjuk kerja, produk Instrumen Penilaian unjuk kerja No Nama Skor Jml Skor Nilai Merumuskan masalah Melakukan pengamatan Menafsir data Mengomunikasikan hasil Rubrik penilaian unjuk kerja Rumus Nilai = (jumlah skor yang diperoleh)/12 x 100 Instrumen Penilaian produk No Nama Skor Jml Skor Nilai Merumuskan masalah Melakukan pengamatan Menafsir data Mengomunikasikan hasil Rumus Nilai = (jumlah skor yang diperoleh)/12 x 100 .................., .................... Mengetahui: Kepala SMP ...................., ........................... NIP ............................. Guru IPA, ................................ NIP ............................