EDUCATIONAL ARTICLES

WELCOME TO THIS BLOG

For all of visitor, I say thank you. I hope you can seek the new knowledge about teacher.

Saturday, 5 April 2014

RPP IPA SMP KELAS 7 KURIKULUM 2013





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Satuan Pendidikan   : SMP ....
Mata Pelajaran          : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester       : VII / Semester 1
Topik                        : Klasifikasi Benda
Sub topik                  : Membedakan makhuk hidup dengan benda tak hidup
Alokasi Waktu         : 2 x 40 menit (1 kali tatap muka)
 



A.       KOMPETENSI INTI:
K1
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
K2
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
K3
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
K3
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.        Kompetensi Dasar dan Indikator:
KI
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
1
1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
1.1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan.
1.1.2. Memanfaatkan lingkungan untuk kehidupan yang bahagia dengan mewujudkan pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2
2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;  kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan,percobaan, dan berdiskusi.
2.1.1. Berperilaku jujur
2.1.2. Memiliki rasa ingin tahu.
2.1.3. Menunjukkan ketekunan dan tanggung jawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun berkelompok.
3
3.2. Mengidentifikasi ciri hidup dan tak hidup dari benda benda dan makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitar
3.2.1. Mengidentifikasi ciri hidup
3.2.2. Mengidentifikasi ciri tidak hidup
3.2.3. Menemukan perbedaan ciri  hidup dan tak hidup
4
4.2. Menyajikan hasil analisis data observasi terhadap benda hidup dan tak hidup .
4.2.1. Menyajikan hasil/ laporan
4.2.2. Mengamati lingkungan
4.2.3. Membedakan ciri hidup dan tak hidup

  
A.      Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 2:
1.        Peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap makhluk hidup dan tak hidup.
2.        Peserta didik dapat menjelaskan ciri – ciri makhluk hidup.
3.        Peserta didik dapat menjelaskan perbedaaan makhluk hidup dengan benda tak hidup.


B.      Materi Pembelajaran
Pertemuan 2:
1.        Ciri – ciri mahluk hidup
a.        Bernapas
Setiap saat kita bernapas, yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Kita dapat merasakan kebutuhan bernapas dengan cara menahan untuk tidak menghirup udara selama beberapa saat. Tentunya kita akan merasakan lemas sebagai tanda kekurangan oksigen.

b.       Memerlukan makanan dan minuman
Untuk beraktivitas, setiap makhluk hidup memerlukan energi. Untuk memperoleh energi, makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman.

c.        Bergerak
Kita dapat berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Itu merupakan ciri bergerak. Tubuh kita dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak.

RPP MODEL KUR 2013



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMP ...
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/semester : VII/dua
Materi Pokok : Dampak Pencemaran bagi Kehidupan
Alokasi Waktu : 3 pertemuan (7 JP)

A. Kompetensi Inti
     1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
     2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotongroyong),
         santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam
         jangkauan pergaulan dan keberadaannya
     3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang 
         ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 
     4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,                        memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan              mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut                        pandang/teori
 B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No.
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
  1. 
1.1.    Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
1.1.1    Menjaga kelestarian lingkungan
            (biotik dan abiotik) sebagai ciptaan
            Tuhan merupakan wujud
            pengamalan agama yang dianutnya

2.3.    Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggungjawab dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam memilih penggunaan alat dan bahan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan
2.3.1 Menunjukkan sikap peduli terhadap
          kesehatan diri sendiri dan lingkungan
4.
3.9.    Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup
3.9.1 Mendeskripsikan pencemaran
3.9.2 Mengidentifikasi jenis-jenis
         pencemaran
3.9.3 Memberi contoh lingkungan yang
         tercemar
3.9.4 Menjelaskan dampak pencemaran
         pada makhluk hidup
5.
4.12.        Menyajikan hasil observasi terhadap interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya
4.12.1 Melakukan penyelidikan untuk
           mengetahui pengaruh pencemaran
           terhadap lingkungan
4.12.2 Mengomunikasikan hasil
           penyelidikan tentang pengaruh
           pencemaran terhadap lingkungan
C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1
 1) Selama proses pembelajaran, peserta didik selalu menjaga lingkungan belajar agar tetap bersih.
2) Disediakan dua macam tempat sampah (organik dan anorganik), peserta didik dapat meletakkan sampah sesuai tempatnya.
3) Disajikan suatu kasus otentik, peserta didik mampu merumuskan masalah sesuai dengan kasus yang diberikan.
4) Diberikan suatu masalah pencemaran, peserta didik dapat merumuskan hipotesis dari permasalahan tersebut.
5) Setelah merumuskan hipotesis, peserta didik dapat menguji hipotesis melalui kegiatan eksperimen.
 6) Setelah melakukan kegiatan eksperimen, peserta didik dapat menyimpulkan hasil eksperimen sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan.
7) Setelah melakukan penyelidikan, peserta didik dapat mempresentasikan hasil penyelidikan secara lisan atau tertulis.
8) Peserta didik mampu membuat poster yang berisi ajakan dan penghargaan kepada masyarakat dalam upaya mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
9) Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat bekerja sama dalam memecahkan masalah.

 Pertemuan 2
 1) Selama proses pembelajaran, peserta didik selalu menjaga lingkungan belajar agar tetap bersih.
 2) Disediakan dua macam tempat sampah (organik dan anorganik), peserta didik dapat meletakkan sampah sesuai tempatnya.
3) Dengan ditunjukkan gambar lingkungan alami dan yang tercemar, peserta didik dapat menuliskan tiga ciri-ciri pencemaran.
4) Diberikan suatu kasus pencemaran, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis pencemaran tersebut.
5) Dari hasil pengamatan lingkungan sekitar, peserta didik dapat memberi contoh lingkungan yang tercemar.
6) Disajikan kasus pencemaran, peserta didik dapat menjelaskan dua dampak pencemaran lingkungan.
7) Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat bekerja sama dalam menyelesaikan tugas.

 Pertemuan 3
 Ulangan Harian

 D. Materi Pembelajaran
     1. Pertemuan 1
          Pengertian pencemaran
          Jenis-jenis pencemaran lingkungan
          Ciri-ciri lingkungan tercemar
          Dampak pencemaran bagi manusia dan ekosistem
     2. Pertemuan 2
          Bahan/zat yang menyebabkan pencemaran
          Eksperimen pengaruh pencemaran terhadap makhluk hidup

 E. Metode Pembelajaran
     1. Metode Saintifik
     2. Pembelajaran Berbasis Masalah

 F. Sumber Belajar
     1. Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII Buku Siswa. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. hal. 192-197.
     2. Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII Buku Guru. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. hal. 234-236.
     3. Wasis, dkk. 2008. Contentual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. hal. 290-300.

 G. Media Pembelajaran
      • Media
         Gambar jenis-jenis pencemaran lingkungan
         Gambar lingkungan alami dan lingkungan tercemar (disiapkan guru atau oleh peserta didik)
     • Alat dan bahan
        Toples, gelas kimia volume 250 ml 4 buah
        Air
        Air bersih
        Air sabun
        Ikan Mas (bisa diganti yang lain) 4 ekor
        Sabun (sabun mandi, sabun cuci piring, sabun cuci pakaian) atau deterjen
        Stopwatch
        Gelas ukur 250 ml
        Termometer
        Kertas lakmus, pH Universal

 H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
      1. Pertemuan 1 (2 JP)
          a. Pendahuluan (10 menit )
              1) Guru menyampaikan salam dan menanyakan kehadiran peserta didik.
              Mengamati:
              2) Peserta didik memperhatikan gambar (Lampiran 6) tentang limbah deterjen yang dibuang ke                         lingkungan.
              Menanya:
              3) Peserta didik memprediksi dampak limbah deterjen tersebut bagi manusia dan makhluk hidup                       lain.
              4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

         b. Kegiatan inti (60 menit)
             1) Peserta didik diingatkan langkah-langkah eksperimen (metode ilmiah) dengan menggunakan                          bagan atau peta konsep langkah-langkah metode ilmiah.
              Mengamati:
              2) Peserta didik mencermati permasalahan otentik yang disajikan guru (berita dari koran, video                         tentang pencemaran limbah deterjen, dan lain-lain).
              Menanya:
              3) Setelah mencermati permasalahan otentik, peserta didik diminta untuk merumuskan pertanyaan                     sebagai masalah penelitian. Dari masalah tersebut, peserta didik merumuskan hipotesis tentang                       pengaruh pencemaran air deterjen pada perilaku ikan.
             Mengumpulkan data:
             4) Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk merancang eksperimen berdasarkan hipotesis yang                  mereka buat. (Buku Siswa halaman 192 dan LKS pada lampiran 5). Guru membimbing                                kelompok yang mengalami kesulitan.
            5) Kelompok melakukan eksperimen berdasarkan rancangan yang telah mereka buat dengan                           bimbingan guru.
            Mengasosiasi:
            6) Peserta didik berdiskusi untuk menganalisis hasil eksperimen dengan menggunakan LKS                               (Lampiran 5) dan menyimpulkannya.
            Mencipta:
            7) Peserta didik menyiapkan laporan pemecahan masalah berupa pembuatan poster dengan                             bimbingan guru (tugas poster diselesaikan di rumah).

     c. Penutup (10 menit)
         1) Guru mengingatkan peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan menyampaikan                    rubrik penilaian tugas poster sehingga peserta didik dapat berusaha untuk memperoleh nilai                            maksimum.
         2) Peserta didik membersihkan lantai kelas dan membuang sampah pada tempatnya.

 2. Pertemuan 2 (3 JP)
     a. Pendahuluan (20 menit )
         1) Guru menyampaikan salam dan menanyakan kabar peserta didik.
         2) Guru meminta peserta didik untuk memeriksa kolong meja masing-masing dan mengambil sampah                yang ditemukan, dan meletakkannya di tempatnya.
         3) Peserta didik diminta untuk mendeskripsikan eksperimen yang telah mereka lakukan pada                            pertemuan sebelumnya
        4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

    b. Kegiatan inti (90 menit)
        1) Secara berkelompok, peserta didik menyiapkan poster yang telah dibuat di rumah.
        Mengomunikasikan:
        2) Masing-masing kelompok menampilkan poster yang mereka buat sebagai laporan pemecahan                       masalah yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.
        3) Peserta didik mendapat umpan balik dari teman maupun guru dari hasil presentasinya.
       4) Peserta didik dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi kelas.
       5) Guru membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan                      mereka dan proses-proses yang mereka gunakan dalam pemecahan masalah.

    c. Penutup (10 menit)
        1) Guru memberi penghargaan untuk kelompok dengan penampilan terbaik.
        2) Peserta didik memastikan kelas dalam keadaan rapi dan bersih seperti

 3. Pertemuan 3 (2 JP)
     Ulangan Harian (30 menit)
     Mengerjakan soal pilihan ganda sejumlah 15 butir soal Pembahasan/Refleksi (20 menit)
     Membahas soal/melakukan refleksi terhadap indikator pencapaian kompetensi
     Perbaikan/Pengayaan (30 menit)
     Hasil analisis Ulangan Harian:
     a. Tuntas secara klasikal Melaksanakan program pengayaan, sementara peserta didik yang tidak tuntas            mengikuti program perbaikan.
     b. Tidak tuntas secara klasikal
    Melaksanakan program perbaikan, sementara peserta didik yang tuntas mengikuti program pengayaan.
I.     Penilaian 1. Sikap spiritual a. Teknik Penilaian: Penilaian diri b. Bentuk Instrumen: Lembar penilaian diri c. Kisi-kisi: No. Sikap/nilai Butir Instrumen 1. Menjaga kelestarian lingkungan (biotik dan abiotik) sebagai ciptaan Tuhan merupakan wujud pengamalan agama yang dianutnya 1 Instrumen: lihat Lampiran 1 2. Sikap sosial a. Teknik Penilaian: Observasi, Penilaian Diri b. Bentuk Instrumen: lembar observasi, lembar penilaian diri c. Kisi-kisi: No. Sikap/nilai Butir Instrumen 1. Peduli pada diri sendiri lingkungan 1 2. Peduli lingkungan 2 3. Mengajak orang lain dalam upaya pelestarian lingkungan 3 Instrumen: lihat Lampiran 2 3. Pengetahuan a. Teknik Penilaian: tes tertulis b. Bentuk Instrumen: soal uraian c. Kisi-kisi: No. Indikator Butir Instrumen 1. Mendeskripsikan pencemaran - Menuliskan 3 ciri lingkungan tercemar Soal tes tulis nomor 1 2. Mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran Soal tes tulis nomor 2 3. Memberi contoh kondisi lingkungan yang tercemar Soal tes tulis nomor 3 4. Menjelaskan dampak pencemaran pada makhluk hidup Soal tes tulis nomor 4 Instrumen: lihat Lampiran 3 4. Keterampilan a. Teknik Penilaian: observasi b. Bentuk Instrumen: lembar observasi c. Kisi-kisi: No. Keterampilan Butir Instrumen 1. Melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pencemaran terhadap makhluk hidup 1-4 2. Mengomunikasikan hasil penyelidikan pengaruh pencemaran terhadap makhluk hidup 5-7 Instrumen: lihat Lampiran 4 Mengetahui: Kepala SMP Negeri 4 Waru Hj. Ekowati, M. Pd. NIP. 196008221981012002 Guru IPA, Drs. Sugeng Pamudji, M. Pd. NIP. 1963090619970301 Lampiran 1: Penilaian Sikap Spiritual Instrumen Penilaian Diri: Digunakan untuk menilai sikap spiritual peserta didik, dalam hal mencintai lingkungan (biotik dan abiotik) sebagai ciptaan Tuhan merupakan wujud pengamalan agama yang dianutnya Petunjuk: Lakukan penilaian terhadap diri Anda sendiri dalam hal mencintai lingkungan (biotik dan abiotik) sebagai ciptaan Tuhan merupakan wujud pengamalan agama yang Anda anut. Lembar Penilaian Diri: No. Aspek yang dinilai Skor K C B SB 1. Mencintai lingkungan (biotik dan abiotik) sebagai ciptaan Tuhan merupakan wujud pengamalan agama yang dianutnya Rubrik Penilaian: Aspek yang dinilai Penilaian K C B SB Mencintai lingkungan (biotik dan abiotik) sebagai ciptaan Tuhan merupakan wujud pengamalan agama yang dianutnya Menyakiti atau melukai hewan, menyakiti atau melukai tumbuhan, misalnya memetik bagian tumbuhan untuk tujuan yang tidak jelas Merawat hewan dan/atau tumbuhan namun selalu diingatkan Merawat hewan dan/atau tumbuhan, walau kadang-kadang masih diingatkan Merawat dan tidak menyakiti hewan dan/atau tumbuhan dengan kesadaran sendiri Lampiran 2: Penilaian Sikap Sosial Instrumen Penilaian Diri: Digunakan untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam hal kepedulian pada diri sendiri dan kepedulian pada lingkungan. 1. Lembar Penilaian Diri: Kepedulian pada kesehatan diri sendiri Digunakan untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam hal kepedulian pada kesehatan diri sendiri. Petunjuk: Lakukan penilaian pada diri Anda sendiri dalam hal kebiasaan-kebiasaan sehat yang Anda lakukan sehari-hari. No. Aspek yang dinilai Skor K C B SB a. Kebiasaan makan b. Kebiasaan minum c. Kebiasaan jajan d. Kebiasaan mencuci tangan e. Kebiasaan menggosok gigi Rubrik Penilaian: No. Aspek yang dinilai Penilaian K C B SB a. Kebiasaan makan Malas makan Kurang dari tiga kali dengan menu kurang sehat Makan tiga kali sehari dengan menu kurang sehat Selalu makan tiga kali sehari dengan menu sehat b. Kebiasaan minum Jarang minum Lebih suka minum bukan air putih Minum air putih dan minuman lainnya Sering minum air putih (kurang lebih delapan liter sehari) c. Kebiasaan jajan Sangat sering makan jajanan Kadang-kadang jajan Sering makan makanan di rumah, sedikit jajan. Lebih memilih makan makanan di rumah daripada jajan di luar rumah d. Kebiasaan mencuci tangan Malas mencuci tangan Kadang-kadang mencuci tangan Mencuci tangan sebelum makan kadang-kadang masih diingatkan Selalu mencuci tangan sebelum makan dengan kesadaran sendiri e. Kebiasaan menggosok gigi Malas menggosok gigi Hanya menggosok gigi setelah makan atau sebelum tidur Menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur tapi masih sering diingatkan Selalu menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan kesadaran sendiri 2. Lembar Penilaian Diri: Kepedulian pada lingkungan Digunakan untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam hal kepedulian pada lingkungan. Petunjuk: Lakukan penilaian pada diri Anda sendiri dalam hal kepedulian Anda pada lingkungan sekitar. No. Aspek yang dinilai Skor K C B SB a. Menjaga kebersihan lingkungan b. Memperlakukan sampah Rubrik Penilaian No. Aspek yang dinilai Penilaian K C B SB a. Menjaga kebersihan lingkungan Lingkungan sekeliling peserta didik tidak bersih Lingkungan sekeliling peserta didik kurang bersih, masih sering diingatkan guru Lingkungan sekeliling peserta didik selalu bersih, masih perlu diingatkan guru Lingkungan sekeliling peserta didik selalu rapi dan bersih, dilakukan secara mandiri b. Memperla kukan sampah Tidak meletakkan sampah di tempatnya Jarang meletakkan sampah di tempat sampah Selalu meletakkan sampah di tempat sampah namun belum sesuai jenisnya Selalu meletakkan sampah di tempat sampah dan sesuai jenisnya 3. Tugas Proyek: Digunakan untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam hal menghimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam bentuk poster. Petunjuk: 1. Buatlah satu poster tentang himbauan pada masyarakat dalam mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Berikan juga apresiasi atau penghargaan untuk masyarakat yang telah melakukan usaha pencegahan pencemaran lingkungan. 2. Poster dibuat dengan ukuran 60 X 100 cm. 3. Bacalah aspek-aspek penilaian yang telah ditentukan agar dapat memperoleh nilai maksimal. Lembar Observasi: No. Aspek yang dinilai Skor K C B SB 1. Isi poster 2. Tampilan 3. Kalimat ajakan yang digunakan Rubrik Penilaian: Aspek yang dinilai Penilaian K C B SB Isi poster Tidak ada kalimat ajakan dan kalimat penghargaan Ajakan tidak sesuai dengan tujuan, kalimat-kalimat penghargaan sangat sedikit Ajakan sesuai dengan tujuan namun sulit dilakukan orang lain, kurang mencantumkan penghargaan pada orang lain Ajakan sesuai dengan tujuan dan mudah diikuti/dilakukan oleh orang lain, mencantumkan kalimat-kalimat penghargaan untuk masyarakat yang telah berperan dalam melestarikan lingkungannya Tampilan Dibuat secara asal-asalan, tanpa konsep Kurang menarik, ada konsep Menarik, ada konsep namun kurang didukung dengan tampilan visual yang sesuai Menarik sehingga orang lain mau melihat dan membacanya Kalimat ajakan yang digunakan Bahasanya meniru dari buku atau sumber lain Menggunakan bahasa yang kurang santun Menggunakan bahasa yang santun namun kurang persuasif Menggunakan bahasa yang santun dan persuasif Lampiran 3: Penilaian Pengetahuan Tes Tulis: Digunakan untuk menilai pengetahuan peserta didik dalam materi pokok dampak pencemaran bagi kehidupan. Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar! 1. Perhatikan Gambar berikut ini! Berdasarkan gambar tersebut, tuliskan tiga ciri pencemaran! 2. Perhatikan bacaan berikut ini! Pupuk dan pestisida biasa digunakan oleh petani untuk meningkatkan produksi tanaman. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari lingkungan. Pestisida yang mempunyai daya kerja dalam jangka waktu lama (tidak mudah terurai), ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian menuju perairan, dapat mematikan hewan di perairan tersebut seperti ikan, udang, dan hewan air lainnya. Sebutkan jenis pencemaran yang terjadi pada bacaan tersebut dan mengapa termasuk jenis tersebut! 3. Tentukan contoh kondisi lingkungan udara tercemar yang ada di lingkungan sekitar Anda beserta dua ciri-cirinya! 4. Bacalah uraian berikut dengan seksama dan jawablah pertanyaannya. Penggunaan deterjen secara besar-besaran akan meningkatkan kadar senyawa fosfat di perairan. Di sungai dan danau, senyawa fosfat ini merangsang pertumbuhan tumbuhan air terutama ganggang atau alga dan eceng gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari ke dalam badan perairan. Akibatnya tumbuhan dan hewan yang hidup di dalam badan perairan tersebut mati, dan akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen. Selain itu akar eceng gondok menangkap partikel di perairan yang dapat menyebabkan pendangkalan. Dari bacaan tersebut, jelaskan dua dampak pencemaran deterjen! …………………………………………………………………………………………………… Rubrik Penilaian: No. Jawaban Skor Maksimal 1. Air tidak mengalir, banyak timbunan sampah warna berubah, tidak banyak tanaman yang tumbuh di sekitar perairan (tuliskan tiga) 3 2. Jenis pencemaran air Karena limbah pertanian terbawa aliran air dan menyebabkan gangguan pada badan air 2 3. Contoh bervariasi tergantung dari lokasi pilihan peserta didik, Ciri-ciri udara yang tercemar: berasap, jarak pandang terganggu, berbau, perih di mata (tuliskan tiga) 3 4. Pencemaran deterjen dapat menyebabkan (tuliskan dua) (1) pertumbuhan eceng gondok dan ganggang meningkat, (2) menyebabkan kematian biota perairan, (3) menurunkan persediaan oksigen, (4) pendangkalan badan perairan 2 Total skor maksimal 10 Kriteria penilaian Nilai = x 100 = x 100 Lampiran 4: Penilaian Ketrampilan Penilaian Observasi: Digunakan untuk menilai ketrampilan peserta didik dalam hal merencanakan penyelidikan dan mengomunikasikan hasil penyelidikan pengaruh pencemaran terhadap makhluk hidup Lembar Observasi: No. Aspek yang dinilai Penilaian K C B SB 1. Melakukan penyelidikan a. Merumuskan masalah, hipotesis, dan merencanakan percobaan b. Merumuskan hipotesis c. Merencanakan prosedur percobaan d. Melakukan pengamatan/pengukuran e. Melakukan analisis data dan menyimpulkan 2. Mengomunikasikan hasil penyelidikan a. Penguasaan konsep sains yang disampaikan b. Penampilan presenter c. Tayangan presentasi Rubrik Penilaian: No. Aspek yang dinilai Penilaian K C B SB 1. Melakukan penyelidikan a. Merumus kan masalah Tidak merumuskan masalah Rumusan masalah tidak mengandung variabel penelitian Rumusan masalah mengandung variabel penelitian, dilakukan dengan bantuan guru Rumusan masalah mengandung variabel penelitian, dilakukan secara mandiri b. Merumus kan hipotesis Tidak bisa membuat hipotesis Kurang sesuai dengan permasalahan, kurang mengaitkan variabel-variabel eksperimen, tidak mengarah ke penyelidikan, membutuhkan banyak bantuan guru Sesuai dengan permasalahan, mengaitkan variabel-variabel eksperimen, mengarah ke penyelidikan, dilakukan dengan sedikit bantuan guru Sesuai dengan permasalahan, mengaitkan variabel-variabel eksperimen, mengarah ke penyelidikan, dilakukan secara mandiri (individual atau kelompok) c. Merencanakan prosedur percobaan Langkah-langkah disusun tidak urut Disusun urut, tidak mengakomodasi variabel-variabel dalam hipotesis Disusun urut, mengakomoda si variabel-variabel dalam hipotesis, tidak mudah dipahami Disusun urut, mengakomoda si variabel-variabel dalam hipotesis, dan mudah dipahami d. Melakukan pengamatan/ pengukuran Pengamatan tidak cermat Pengamatan cermat, tetapi mengandung inferensi Pengamatan cermat, dan bebas inferensi, mencatat data kuantitatif atau kualitatif Pengamatan cermat, dan bebas inferensi, mencatat data kuantitatif dan kualitatif e. Melakukan analisis data dan menyimpul kan Tidak mampu Dilakukan dengan bantuan guru Merujuk pada hipotesis, dilakukan secara mandiri (individual atau kelompok) Berdasarkan data, dan merujuk pada hipotesis, dilakukan secara mandiri (individual atau kelompok), 2. Mengomunikasikan hasil penyelidikan a. Penguasaan konsep sains yang disampaikan tidak menguasai konsep IPA dengan sangat baik, istilah-istilah yang digunakan tidak tepat kurang menguasai konsep IPA, istilah-istilah yang digunakan kurang tepat menguasai konsep IPA dengan baik, istilah-istilah yang digunakan benar, menguasai konsep IPA dengan sangat baik, istilah-istilah yang digunakan benar dan tepat b. Performance Penyampai an tidak mudah dipahami, tidak komunikatif dengan audiens, tidak memberi kesempatan audiens untuk berpikir penyampaian tidak mudah dipahami, kurang komunikatif dengan audiens, kurang memberi kesempatan audiens untuk berpikir penyampaian mudah dipahami, komunikatif dengan audiens, kurang memberi kesempatan audiens untuk berpikir penyampaian mudah dipahami, sangat komunikatif dengan audiens, memberi kesempatan audiens untuk berpikir c. Tampilan presentasi tayangan/ tampilan tidak menarik dan tidak sesuai dengan materi tayangan/ tampilan kurang menarik, kurang sesuai dengan materi tayangan/ tampilan menarik, kurang sesuai dengan materi tayangan/ tampilan sangat menarik dan sesuai dengan materi Lampiran 5: Lembar Kerja Siswa Nama: …………………………… Kelas/No: …………… Kelompok: …………………… Lembar Kegiatan Siswa Pengaruh Limbah Deterjen terhadap Perilaku Ikan Tujuan Menyelidiki pengaruh limbah deterjen terhadap perilaku ikan Masalah Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan adaptif terhadap perubahan lingkungan di habitatnya. Misalnya, ikan Mas dapat hidup pada habitat air dengan derajat keasaman yang relatif normal dengan nilai pH 7. Perubahan lingkungan perairan yang dicemari limbah deterjen, pH air lingkungan itu akan meningkat lebih dari 7. Mungkinkah limbah deterjen mempengaruhi perilaku ikan Mas? Perubahan perilaku ikan Mas dapat diamati antara lain berapa kali tutup insang (operculum) membuka/menutup selama 1 menit. Pertanyaan penelitian Dari pernyataan tersebut, tuliskan sebuah pertanyaan penelitian. …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Hipotesis Berdasarkan permasalahan di atas, bersama kelompok rumuskan hipotesismu! Hipotesis penelitian: ……………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………….. Bahan dan Alat • Toples, gelas kimia volume 250 ml 4 buah • Air • Air bersih • Air sabun • Ikan Mas (bisa diganti yang lain) 4 ekor • Sabun (sabun mandi, sabun cuci piring, sabun cuci pakaian) atau deterjen • Stopwatch • Gelas ukur 250 ml • Termometer • Kertas lakmus, pH Universal Merancang Langkah-langkah Eksperimen Rancanglah prosedur eksperimen untuk menguji hipotesismu. Gunakan gambar di atas untuk memandu Anda dalam menyusun prosedur tersebut dengan menggunakan berbagai alat dan bahan yang sudah disediakan. …………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Melakukan Eksperimen Setelah rancangan prosedur disusun, laksanakan eksperimennya. Simpanlah perangkat eksperimen ditempat yang aman. Perhatian :Jangan lupa mencuci tangan setelah mengambil ikan atau deterjen dan meletakkan ikan dalam toples! Hasil Penyelidikan Tuliskan hasil pengamatanmu (data) dan organisasikan dalam suatu tabel. Analisis 1. Mengamati dan inferensi. Apakah perilaku ikan berbeda antara perlakuan (jenis-jenis deterjen ) itu? Bila ya, bagaimana ? …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………... Kesimpulan 2. Menyimpulkan. Sebutkan faktor tak hidup yang diuji dalam eksperimen ini. Sebutkan faktor hidup yang dipengaruhi ? ………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………... 3. Inferensi. Apakah semua ikan merespon terhadap perbedaan pH dengan cara yang sama ? Bagaimana Kamu mencari tahu ?Adakah upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran tersebut?Bagaimana caranya? …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. Berpikir Kritis 4. Bagaimanakah perilaku ikan jika di perairan tercemar oleh limbah yang lain, misalnya minyak, pupuk, pestisida, dan lain-lain? ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… Penguatan Setelah melakukan penyelidikan di atas, jawablah pertanyaan berikut. 5. Dengan menggunakan kalimatmu sendiri, tuliskan apa yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah ……………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 6. Dengan memperhatikan hasil penyelidikan dan berbagai pustaka, tuliskan cara-cara untuk mengurangi pencemaran, khususnya pencemaran oleh limbah deterjen. Cara-cara mengurangi limbah deterjen di perairan ………………………………..... .……………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………………........................... 7. Tuliskan tiga ciri-ciri pencemaran! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 8. Penyelidikan yang telah kamu lakukan termasuk jenis pencemaran yang mana? Mengapa termasuk jenis pencemaran tersebut? ……………………………………. ……………………………………………………………………………………………… 9. Tuliskan contoh lingkungan yang tercemar! …………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………….. Lampiran 6: Gambar Sungai tercemar limbah deterjen

Monday, 31 March 2014

RPP IPA TEAM TEACHING



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Bidang Studi              : Sains
Satuan Pendidikan     : SMP .............
Kelas / Semester         : VII/2
Alokasi Waktu           : 6 x 40 menit (3 kali pertemuan)

Kompetensi Dasar    :       7.1 Menentukan ekosistem  dan saling hubungan antara komponen ekosistem

Indikator                   :
1.      Mengidentifikasi komponen-komponen penyususun ekosistem berdasar hasil pengmatan terhadap suatu ekosistem.
2.      Mengindentifikasikan satuan-satuan dalam ekosistem dan menyatakan matahari merupakan sumber energi utama.
3.      Menggambarkan dalam bentuk diagram hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik ekosistem.
4.      Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan berdasar hasil pengamatan suatu ekosistem.
5.      Mengidentifikasi pola interaksi makhluk hidup berdasar hasil pengamatan suatu ekosistem.

I. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan I :
-          Setelah mengamati gambar individu, siswa dapat menjelaskan pengertian dari individu.
-          Setelah mengamati gambar individu, siswa dapat memberikan contoh individu.
-          Setelah mengamati gambar populasi, siswa dapat menjelaskan pengertian populasi.
-          Setelah mengamati gambar populasi, siswa dapat memberikan contoh populasi.
-          Setelah mengamati gambar komunitas, siswa dapat menjelaskan pengertian komunitas
-          Siswa dapat menjelaskan pengertian habitat.
-          Setelah diajak menghitung kepadatan suatu populasi, siswa dapat menentukan rumus dari kepadatan suatu populasi.
-          Siswa dapat menjelaskan pengertian ekosistem.

Pertemuan II :
-     Setelah melakukan pengamatan terhadap ekosistem taman di sekolah, siswa dapat menggolongkan komponen-komponen penyusun ekosistem.
-       Setelah mempelajari lteratur, siswa dapat menggambarkan skema hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik ekosistem.
-          Setelah melakukan pengamatan di taman sekolah, siswa dapat menggambarkan rantai makanan di ekosistem taman sekolah.
-          Setelah malakukan pengamatan di sawah, siswa dapat menggambarkan skema rantai makanan di ekosistem sawah.
-          Setelah embaca literatur, siswa dapat menggambarkan skema rantai makanan di ekosistem laut

Pertemuan III :
Di akhir pembelajaran diharapkan :
-          Siswa dapat menggambarkan skema piramida makanan dari ekosistem yang seimbang.
-          Siswa dapat menjelaskan tingkatan trofik dalam suatu piramida makanan
-          Siswa dapat menjelaskan macam-macam tipe interaksi antar makhluk hidup (komponen biotik)


II. Materi Pembelajaran
Pertemuan I
Satuan-satuan makhluk hidup dalam ekosistem adalah :
1.      Individu, yaitu satu makhluk hidup tunggal. Contoh seekor semut di padang rumput, sebatang pohon mangga di kebun.
2.      Populasi, yaitu kumpulan makhluk hidup sejenis di suatu tempat tertentu dalam waktu tertentu. Contoh : sekumpulan kuda di padang rumput, sekumpulan ikan mujair di sebuah kolam. Kepadatan populasi adalah banyaknya individu dalam satuan luas areal tertentu.
 
Bila tempat hidup makhluk hidup tersebut berupa perairan maka kepadatan populasinya dapat dihtung dengan rumus :
Kepadatan Populasi = 
  




3.      Komunitas, yaitu kumpulan populasi-populasi yang berbeda dan hidup bersama di suatu tempat atau daerah tertentu. Tempat hidup makhluk hidup disebut habitat.
Komunitas dan lingkungannya terjadi hubungan timbal balik membentuk ekosistem.
Ekosistem adalah kesatuan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi.
Berbagai contoh ekosistem antara lain : kolam, laut, hutan, sungai akuarium.
Ekosistem terbesar di bumi adalah biosfer yang merupakan kumpulan berbagai ekosistem di seluruh bagian bumi.

Pertemuan II:
Komponen ekosistem dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :
1.      Komponen biotik, yaitu komponen yang terdiri atas makhluk hidup. Termasuk komponen biotik adalah tumbuhan, hewan, manusia, bakteri, jamur.
2.      Komponen abiotik, yaitu komponen yang terdiri atas banda mati. Termasuk komponen abiotik antara lain : air, tanah, udara, cahaya, iklim, kelembaban, suhu, derajad keasaman tanah (pH).
Komponen biotik dapat dibedakan atas :
1.      Produsen/penghasil. Tumbuhan hijau dan fitoplankton merupakan komponen yang tergolong produsen karena dapat membentuk makanan sendiri. Tumbuhan hijau dan fitoplankton membentuk makanan (karbohidrat) melalui fotosintesis :
 
2.      Konsumen/pemakai. Hewan dan manusia merupakan konsumen. Konsumen dibedakan atas konsumen tingkat satu (pemakan produsen), konsumen tingkat II (pemakan konsumen tingkat I), konsumen tingkat III (pemakan konsumen tingkat II), dst.
3.      Dekomposer/pengurai. Anggota dekomposer adalah bakteri saprofit dan jamur saprofit. Dekomposer menguraikan sisa produsen dan komsumen ke bentuk mineral yang selanjutnya bisa dimanfaatkan oleh produsen kembali.

Dalam suatu ekosistem terjadi peristiwa makan dan dimakan. Peristiwa ini disebut rantai makanan. Berikut ini adalah contoh skema rantai makanan :




Apabila antara rantai makanan yang satu dengan yang lainnya terdapat hubungan (ada komponen yang sama), makan beberapa rantai makanan akan membentuk jaring-jaring makanan. Berikut ini contoh jaring-jaring makanan :
 
Dalam rantai makanan terjadi peristiwa perpindahan zat dan perpindahan energi. Skema perpindahan zat dan energi yang terjadi digambarkan sebagai berikut :




Pertemuan III:
Dalam rantai makanan, produsen menjadi makanan tingkat pertama, maka disebut tingkat trofik I. Selanjutnya konsumen I menempati tingkat trofik II, konsumen II menempati tingkat trofik III, dst.
Semakin tinggi tingkatan trofik makhluk hidup maka jumlahnya semakin sedikit. Hal tergambarkan dalam piramida makanan/piramida ekologi.
Piramida makanan ada beberapa macam antara lain adalah : piramida jumlah, piramida massa, piramida energi.
Dalam piramida jumlah, produsen menempati jumlah paling besar, disusul konsumen I, konsumen II, konsumen III dst. Berikut ini contoh piramida makanan :


Dalam suatu ekosistem terjadi interaksi antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya. Interaksi tersebut ada beberapa macam pola, berikut ini adalah pola-pola interaksi tersebut :
a.       Komensalisme
Komensalisme adalah interaksi yang saling menguntungkan satu organisme tetapi tidak berpengaruh pada yang lain. Contoh Epifit yang tumbuh pada tumbuhan inang. Tumbuhan anggrek yang hidup menempel pada pohon (inang), memanfaatkan inang hanya sebagai tempat fisik untuk hidup. Tumbuhan inang tidak mendapat tekanan (dirugikan) dengan adanya tumbuhan anggrek.
 
b.      Mutualisme
Bentuk interaksi dimana kedua pasangan yang berinteraksi saling menguntungkan. Contoh umum mutualisme adalah penyerbukan yang dilakukan oleh serangga.


c.       Parasitisme
Hubungan di antara dua organisme, yang satu sebagai parasit dan yang lain sebagai inang. Parasit memperoleh keuntungan dari kehidupan bersama ini dengan mendapatkan bahan makanan, sedangkan inang tertekan (dirugikan). Contoh hubungan antara tumbuhan Beluntas (Plucea indica) dengan Tali putrid (Cuscuta)



III. Metode Pembelajaran / Teknik
*      Ceramah
*      Card sort
*      Pengamatan (Observasi)
*      Diskusi
*      Penugasan


IV. Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan I:
            a. Kegiatan awal (10 menit)
1.        Dengan tersenyum guru 1 dan guru 2 mengucapkan salam kepada siswa. Kemudian salah satu guru menanyakan kabar dari siswa, kemudian mengajak mereka mensyukurinya karena telah diberi kesehatan oleh Tuhan Tang Maha Esa. Selanjutnya guru 1dan guru 2 mengecek kesiapan kelas.
2.        Guru 1 dan guru  2 berbagi tugas membagi puzzel dari gambar di bawah ini kepada siswa. Gambar tersebut dibagi menjadi enam potongan. 

3.        Guru 2 meminta setiap  siswa mencari pasangan dari potongan gambar yang diperolehnya. Setelah siswa bertemu dengan pasangannya berarti telah terbentuk kelompok dengan jumlah anggota masing-masing enam orang.
4.       Guru 1 meminta setiap kelompok mengamati gambar yang terbentuk dan memberikan komentar atas peristiwa dalam gambar tersebut. Guru 2 mencatat komentar yang disampaikan masing-masing kelompok di papan tulis.

b. Kegiatan inti (60 menit)
5.        Guru 2 meminta kembali puzzel dari masing-masing kelompok dan guru 1 menggantinya dengan gambar berikut ini.
     
6.        Guru 1 meminta masing-masing kelompok menjelaskan perbedan dari tiga gambar tersebut. Guru 2 mencatat penjelasan yang disampaikan oleh masing-masing kelompok di papan tulis.
7.        Guru 2 mengajak siswa menentukan gambar mana yang merupakan contoh individu, populasi dan komunitas. Guru 1 mengamati aktivitas siswa.
8.        Tiap kelompok diminta mendiskusikan mengenai habitat, ekosistem, biosfer. Guru 1 dan guru 2 membimbing diskusi kelompok.
9.        Setelah diskusi kelompok selesai, guru 1 membimbing diskusi kelas dan guru 2 melakukan pengamatan aktivitas siswa.
10.    Guru 2 memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum jelas. Guru 1 memberi penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan oleh siswa bila dirasa perlu.
11.    Guru 1 mengajak siswa menarik kesimpulan dari semua yang telah dipelajari. Guru 2 menulis kesimpulan di papan tulis.

c. Kegiatan akhir (10 menit)
12.    Guru melakukan evaluasi dengan menanyakan kembali apa yang telah dipelajari secara klasikal.
13.    Siswa diminta untuk merefleksi  atas proses pembelajaran yang baru saja dilakukan dan mengungkapkan perasaannya selama pembelajaran. Guru bisa memilih siswa yang paling tua yang diinta mengungkapkan refleksi.
14.    Guru 2 menyampaikan tugas untuk pertemuan yang akan datang.
15.    Salam.
V. Alat / Bahan / Sumber belajar
Alat / bahan :
·         Gambar kampung yang sedang kebanjiran
·         Gambar individu ceetah
·         Gambar populasi ceetah
·         Gambar komunitas di padang rumput
·         Gambar hubungan timbal balik komponen biaotik dan abiotik
·         Gambar rantai makanan
·         Gambar jaring-jaring makanan
·         Gambar skem aliran energi dan perpindahan zat
·         Gambar piramida makanan
·         Gambar simbiosis mutualisme
·         Gambar simbiosis komensalisme
·         Gambar simbiosis parasitisme
·         Kebun/taman sekolah
·         Sawah
·         Akuarium

Sumber belajar:
·         Sujiranto dkk.2006.  Ilmu Pengetahun Alam, Biologi 2. Aneka Ilmu: Semarang.
·         Wasis dan Sugeng Yuli Irianto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VII, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, hal. 217-227.
·         Dra. Anni Winarsih, dkk. 2008. IPA Terpadu untuk SMP dan MTs Kelas VII, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, hal. 291-305
·         Teguh Sugiyarto dan Eny Ismawati. Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VII, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, hal.233-241

VI. Penilaian
Penilaian Hasil     :
Teknik Penilaian       : Tes tertulis
Bentuk Instrumen     : Urian
1.      Jelaskan pengertian dari individu dan berikan 2 contohnya!
2.      Jelaskan pengertian populasi dan berikan 2 contohnya!
3.      Jelaskan pengertian komunitas!
4.      Jelaskan pengertian habitat! Berikan contoh 2 contoh makhluk dengan habitatnya!
5.      Di padang rumput yang lebarnya 20 km dan panjangnya 50 km terdapat 10 ekor singa, 2.000 ekor rusa, 10.000 batang pohon asam belanda. Hitunglah kepadatan dari
a.       Populasi singa
b.      Populasi rusa
c.       Populasi pohon asam belanda
6.      Jelaskan pengertian ekosistem!



KUNCI JAWABAN:
NO
KUNCI JAWABAN
SKOR MAKSIMAL
1
Individu adalah makhluk tunggal.
Contoh :
a.       seekor harimau
b.      sebatang pohon mangga
2

1
1

Jumlah skor maksimal
4
2
Kumpulan individu sejenis di suatu tempat/daerah tertentu dalam waktu tertentu.
Contoh :
Kumpulan rusa di padang rumput
Sekumpulan rumput ilalang di padang rumput
2

1

1

Jumlah skor maksimal
4
3
Kumpulan populasi-populasi yang berbeda dan hidup bersama di suatu daerah tertentu.
2

Jumlah skor maksimal
2
4
Habitat adalah tempat hidup dari makhluk hidup.
Contoh:
a.       Ikan mujair habitanya air tawar
b.      Pohon jati habitatnya darat
2

2
2

Jumlah skor maksimal
6
5
Diketahui : lebar area = 20 km, panjang area = 50 km.
Luas area = 20 km X 50 km = 1,000 km2
Jumlah singa : 10 ekor
Jumlah rusa : 2.000 ekor
Jumlah pohon asam belanda : 10.000 batang
Jawab:
Kepadata populasi =

a.       Kepadatan singa =  = 0,01 ekor/km2

b.      Kepadatan rusa =   = 2 ekor/km2

c.       Kepadatan pohon asam belanda =    = 10 batang/km2
2








2

2


2


Jumlah skor maksimal
6
6
Ekosistem adalah kesatuan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
3

Jumlah skor maksimal
3

Total skor maksimal
25






Waru, ……………………..
Guru 2                                                                      Guru 1

                                                                                

....................................                                            .............................................
NIP.                                                                         NIP. .....................................

Mengetahui :
Kepala SMP .....................




.................................................
NIP. ...........................................